Alhamdulillah, pujian terus mengalir kepada Allah atas
sebuah nikmat yang tidak pernah berhenti mengalir. Termasuk didalamnya
menjadi bagian hidup dari seseorang yang menyejukkan hati ketika
bersanding bersamanya, berjalan bersamanya dan menikmati hidup
bersamanya.
Pujian dan sanjungan terus mengalir lembut untuknya, cinta kasih tidak
pernah pudar dan seluruh jiwa ini rela kupertaruhkan untuknya.
Kekasihku dihinakan, Kekasihku dilecehkan dan aku tidak rela dengan semua itu.
Begitulah orang-orang diluar Islam, tidak akan pernah berhenti menghujat
dan melecehkan agama Islam yang mulia ini. Mereka tidak akan pernah
berhenti sampai kita mengikuti agama mereka.
وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
“Dan tidak akan rela orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS al-Baqarah: 120)
Belum lepas dibenak kita penghinaan yang dilakukan oleh musuh – musuh
Allah kepada Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berupa
dibuatnya karikatur beliau, muncul lagi sebuah film yang sangat tidak
layak dikatakan sebuah hasil karya seni (tapi lebih layak dikatakan
sebagai sebuah karya para pendengki) yang menggambarkan Nabi yang mulia
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang tidak sepantasnya.
Lantas apa yang kita harus lakukan dengan beredarnya Film yang
menginakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut? Apakah
kita diam? Kita bungkam?
Tidak…jiwa sebagai taruhannya jika Nabi kita yang mulia ini dihinakan
oleh musuh – musuh Allah. Kita pantas marah, kita pantas menghukum
pelakunya dengan hukuman tertinggi yakni hukuman mati. Lantas bagaimana
kita melakukannya saat ini? Tentu sangat sulit
Kita serahkan semua masalah ini kepada para ulama, artinya membela
kehormatan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam harus berdasarkan
bimbingan dari para ulama. Kita bukan ummat yang tidak tahu aturan
dengan menyikapi setiap masalah tanpa pertimbangan yang matang. Membela
kehormatan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bukan dengan cara
kekerasan, tapi perlihatkan kalau Islam itu agama yang memiliki adab dan
akhlak yang mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Perlihatkanlah bagaimana Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita untuk menghargai
hak-hak orang kafir.
Sekarang saat mari kita lawan mereka, setidaknya kita membenci
kebiadaban musuh – musuh Allah tersebut. Kemudian buktikan cinta kita
kepada Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan senantiasa
mempelajari risalah beliau, mengamalkan dalam kehidupan sehari hari
ajaran beliau dan mengajak orang – orang disekitar kita untuk
mempelajari risalah yang beliau bawa.
Jangan mengaku mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
sementara kita sibuk dengan urusan dunia sehingga menyempatkan sekali
sepekan saja untuk
TARBIYAH sangat sulit. Kita sangat sulit
melawan panasnya mentari, gumpalan debu, derasnya hujan dan serta dan,
dan, dan… Bukankah menuntut ilmu itu berarti menjaga warisan Rasulullah?
Bukankan menuntut ilmu itu mengajarkan bagaimana kita membela
Rasulullah?
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat benar-benar lalai.” (QS. Ar Ruum: 7).
Jangan mengaku mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kalau
duduk sejenak membaca mukjizat terbesar beliau saja sangat sulit.
Padahal Al Quran adalah kitab yang sangat dibenci oleh musuh – musuh
Allah yang salah satu tujuan mereka menghina Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam agar kita jauh dari kitab ini.
Sekarang buktikan kalau kita mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Jangan kita mengaku mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
sementara kita hanya terdiam melihat ummat Islam jauh dari agamanya,
tidak perduli dengan agamanya dan membiarkan Al Quran sebagai pajangan.
Jangan kita mengaku mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
sementara Bid’ah kita biarkan meraja lela, bukankah Bid’ah itu
melecehkan Rasulullah? Lantas mengapa kita duduk membisu membiarkan
mereka terjebak?.
Lantas kalau kita mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu
mengapa kita tidak perduli dengan generasi muda, generasi penerus
pembela Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Maka “BUKTIKANLAH CINTA KITA”. Wallahu a’lam (ST).
Sumber :
zona554